Senin, 02 November 2015

Bahaya Resistensi Antibiotika


Anak-anak & orang dewasa yang terinfeksi virus, dimana tidak bisa diobati dengan antibiotik, biasanya akan pulih dengan sendirinya apabila penyakitnya tersebut telah selesai. Demam, yang merupakan tipe infeksi oleh virus dapat berlangsung sampai 2 minggu. Apabila penyakit yang diderita terlihat makin memburuk atau berlangsung lebih lama dari perkiraan, maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kembali. Obat-obatan yang dijual bebas dapat digunakan untuk membantu mengobati beberapa gejala yang dirasakan. Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu meredakan gejala sakit yang dirasakan, apabila ternyata penyebabnya adalah infeksi virus & tidak bisa diobati dengan antibiotika :
·         Banyak istirahat
·         Banyak minum
·         Gunakan pelembap ruangan
·         Hindari asap rokok atau bahan polutan lainnya
·         Gunakan obat penurun panas seperti parasetamol atau ibuprofen untuk meredakan demam
·         Bila perlu gunakan obat-obat yang dijual bebas untuk meredakan gejala yang dirasakan seperti misalnya pelega pernafasan dll.
Meminum antibiotika untuk mengobati pilek atau penyakit yang disebabkan oleh virus, tidak hanya tidak bermanfaat tetapi juga dapat menimbulkan bahaya. Dalam jangka panjang hal ini dapat membuat bakteri menjadi lebih sulit untuk dimusnahkan. Penggunaan antibiotika yang sering & tidak sesuai keperluan dapat menghasilkan jenis bakteri baru yang dapat bertahan terhadap pengobatan yang diberikan atau yang disebut dengan resistensi bakteri. Jenis bakteri baru ini memerlukan dosis yang lebih tinggi atau antibiotika yang lebih kuat untuk dapat dimusnahkan.
Penggunaan antibiotika mendorong perkembangan bakteri yang resisten. Setiap seseorang menggunakan antibiotika, maka bakteri yang sensitif akan terbunuh tetapi bakteri yang resisten akan tetap ada, tumbuh & bereproduksi. Penyebab utama meningkatnya bakteri yang resisten adalah penggunaan antibiotika secara berulang & tidak sesuai range terapi. Kunci untuk mengontrol penyebaran bakteri yang resisten ini adalah penggunaan antibiotika secara tepat & sesuai range terapi (takaran, frekwensi dan lama penggunaan obat).
Kita dapat berperan secara aktif untuk menghambat terjadinya resistensi bakteri, caranya adalah dengan menggunakan obat antibiotika secara tepat & sesuai range terapi. Meskipun antibiotika merupakan obat yang sangat kuat, akan tetapi antibiotika hanya efektif untuk digunakan terhadap penyakit yang disebabkan oleh bakteri & bukan oleh mikroba lain seperti misalnya demam, batuk atau flu. Berikut beberapa tips yang bermanfaat apabila kita berobat ke dokter :
·         Tanyakan apakah antibiotika yang diberikan bermanfaat terhadap penyakit yang tengah diderita saat ini.
·         Jangan gunakan obat antibiotika untuk penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus seperti flu.
·         Apabila mendapatkan antibiotika, harus digunakan sampai habis. Jangan sisakan antibiotika tersebut untuk pengobatan di lain waktu.
·         Gunakan antibiotika yang diberikan sesuai saran dari dokter. Gunakan secara rutin sampai habis meskipun sudah merasa sehat. Jika pengobatan antibiotika dihentikan terlalu cepat, maka beberapa bakteri dapat bertahan hidup & menimbulkan infeksi kembali.
·         Jangan gunakan antibiotika yang di resepkan untuk orang lain. Terkadang karena merasa gejala penyakit yang dirasakan sama, maka kita menyamakan pengobatan dengan orang tersebut, padahal bisa jadi kebutuhan tiap orang berbeda.
·         Jika dokter menyimpulkan bahwa penyakit kita tidak memerlukan pengobatan antibiotika, tanyakan pengobatan lain yang dapat membantu meredakan gejala yang kita rasakan. Jangan paksa dokter untuk memberikan antibiotika kepada kita.
Hasil gambar untuk animasi bahaya antibiotik

Terimakasih sudah berkunjung :) semoga bermanfaat
Sumber: medicastore.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar